Sabtu, 17 September 2011

LBT PII Aceh Besar 2011

LAMURI - Bulan ramadhan adalah
momentum terbaik bagi setiap ummat Islam
untuk melakukan pembenahan diri dan untuk
membenahi masyarakat, Pelajar Islam
Indonesia sebagai Organisasi Ummat sudah
sewajarnya melakukan kegiatan yang
berorientasi keummatan dan menjunjung
tinggi Pendidikan dan Keagamaan. Pelajar
Islam Indonesia Kabupaten Aceh Besar
Periode 2010-2011 dalam menyambut Bulan
suci ini telah membuat program yang
bernuansa Islami dan berorientasi Pendidikan,
salah satunya adalah dengan melaksanakan
event tahunan yaitu Leadership Basic Training
(LBT) yang di pusatkan di beberapa titik di
Kabupaten Aceh Besar, untuk pembukaan
pertama dilaksanakan di SMP 3 Ingin Jaya
Kecamatan Ingin Jaya yang deselenggarakan
pada tanggal 03 Agustus s/d 10 Agustus 2011,
yang mana acara tersebut diikuti oleh peserta
dari berbagai kecamatan dengan jumlah 150
orang dan 30 instruktur yang telah disiapkan
pihak panitia pengurus daerah kabupaten
Aceh Besar. Untuk lokasi pertama kita kebih
mengutamakan peserta dari tingkat SMP dan
SMA dengan berkerjasama dengan pihak
sekolah dan komite SMP3.
Dalam sambutan pembukaan oleh Sekda
Aceh Besar Kanda Zulkifli Ahmad, dengan
menitik beratkan pada arah pengembangan
bakat dan kepekaan serta menjadi organisasi
yang bisa dan mampu untuk membentengi
aliran sesat yang pada kurun terakhir ini sangat
marak.
Mewakili Keluarga Besar PII Kanda
Amiruddin Usman daroy mengatakan bahwa
training perdana ini menjadi awal yang baik
untuk menciptakan kader-kader yang militan
dan berpengetahuan/berwawasan tinngi.
Ketua pengurus daerah Indra Saputra
mengharapkan kepada semua pihak baik pemda,
masyarakat dan tokoh agar ikut berpartisipasi
yang intensif dalam menyukseskan event tahunan
ini. Selain itu dia juga menyampaikan kepada
seluruh elemen yang hadir agar bisa berkontribusi
untuk menyelenggarakan event yang lebih besar
yaitu Perkampungan Kerja Pelajar Se-Sumatera
yang akan dilaksanakn pada tanggal 19 s/d 26
Agustus berpusat di mukim Lamlhom Kecamatan
Lhoknga.
Untuk Pembukaan lokasi training kedua
bertempat di SMP Cot Keueng Kecamatan Kuta
Baro yang diikuti oleh peserta sebanyak 120 orang
peserta, pesertanya tingkatan SMA dan
Mahasiswa. Dalam pembukaan ini dibuka secara
resmi mewakili Pemda oleh Kanda Zulkifli Hasan
selaku asisten 2 Aceh Besar yang mengharapkan
PII menjadi mitra pemerintah dalam
menciptakan calon pemimpin yang handal dan
mampu menjadi agent perubahan kedepan
khususnya di Aceh Besar. (Indra S)

IPPERMATA & Muspika Kuta Cot Glie Bantu Korban Kebakaran

Ikatan Pemuda Pelajar dan
Mahasiswa Kuta Cot Glie (Ippermata)
bersama dengan Muspika Kuta Cot
Gl ie pada t anggal 30/07/11
menyerahkan bantuan kepada korban
kebakaran.
De r d a s a r k a n i n f o rma s i ,
kebakaran terjadi pada 18 Juli 2011
pukul 16.00 WIB di Gampong Lamsie
Kecamatan Kuta Cot Glie A. Besar.
Bantuan yang diantar langsung
ketempat kejadian itu berupa ratusan
kilo beras, paket ramadhan, dan
berupa uang tunai. Sementara Camat
Kut a Cot Gl ie I l yas S. Pd,
mengucapkan ribuan terima kasih
kepada Pengurus Ippermata yang
terus mengukir sejarah untuk
Kecamatan Kuta Cot Glie yang sekian
kalinya. Bantuan untuk korban
diterima langsung oleh Geuchik
Gampong Lamsie, T. Samuel.

Muklis, S Hum yang juga
menjabat sebagai Ketua Umum
Ippermat a juga menyerahkan
bantuan langsung yang diwakili oleh
Geuchik Gampong tersebut. “Ini
merupakan berkat kerja sama
masyarakat Kuta Cot Glie dengan
Pe n g u r u s I p p e rma t a , y a n g
alhamdulillah sumbangan dapat
dikumpulkan sedemikian rupa,”
ungkap Muklis. bantuan ini di galang
dari tanggal 21 s/d 27 juli 2011, yang
meliputi dua kemukiman yaitu
Mukim Lamleuot dan Mukim Glee
Yeung. Diharapkan dengan bantuan
ini beban para korban musibah dapat
terkurangi.
Dalam acara penyerahan bantuan
turut hadir, Kapolsek Kuta Cot Glie
Burhanuddin Desky, unsur Muspika,
Mukim Glee Yeung, Tokoh Pemuda.
(mk)

Training Kepemimpinan IPPERMATA

Pengurus Ikatan Pemuda
Pelajar dan Mahasiswa Kuta Cot Glie
(Ippermata) bekerjasama dengan
Lembaga Cint a Alam (LCA)
mengadakan Pesantren Ramadhan
yang bertempat di SLTPN I Kuta Cot
Glie, kegiatan ini berlangsung dari
tanggal 18-21 Agustus 2011. Acara ini
langsung dibuka oleh Asisten II
Bupati Aceh Besar Bapak Zulkifli
Hasan, MM. Dalam kata-kata
sambutan, beliau berharap Ippermata
terus berkarya, mengabdi untuk Kuta
Cot Glie khususnya dan Aceh Besar
pada umumnya.
Sementara Mewakili Tokoh
Masyarakat Kuta Cot Glie H.
Saifunsyah SE, Msi. Ak yang juga
Sekjen DPW PKS Aceh juga
menyampaikan Tausiah pada acara
Pesantren Ramadhan tersebut,

beliau mengulas sekilas mengenai
perkembangan para pemuda dizaman
sekarang yang sudah mengikuti gaya
serba modern yang dapat merusak
citra dan martabat generasi Aceh.
Maka beliau sangat bersyukur
kepada Pengurus Ippermata yang
sudikiranya mengadakan acara yang
bersifatnya mendidik ini.
Ketua Ippermata Muklis, S
Hum juga berharap dengan kegiatan
ini para peserta dapat mengkuti acara
ini secara tekun dan penuh semangat
sampai dengan selesai, ungkap Muklis
yang juga alumni IAIN Ar-Raniry
Banda Aceh pada jumpa pers
Ippermata didampingi Ketua Panitia
Saiful Asri . Dalam acara tersebut
turut dihadiri Camat Kuta Cot Glie
Ilyas S Pd, para Imuem Mukim, Para
Geuchik, para Kepala Sekolah, dan
Tokoh Pemuda (mk).

Minggu, 28 Agustus 2011

Leadership Basic Training IPPEMINDRA


Seperti tahun-tahun sebelumnya
Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa
Indrapuri ( IPPEMINDRA ) kembali
mengadakan agenda rutin di bulan
Ramadhan yaitu Leadersip Basic Training
IPPEMINDRA yang kali ini bertempat di
SMPN 1 Indrapuri.
Pembukaan LBT IPPEMINDRA
bertempat Masjid Lama Indrapuri yang
dibuka langsung oleh Asisten III Bupati
Aceh Besar Drs. Marzuki Yahya MM dan
dihadiri oleh unsur Muspida, Muspika,
Tokoh-tokoh masyarakat, Undangan,
Panitia dan sebagian peserta training pada
Sabtu (06/08/2011).
Ketua Panitia Pelaksana LBT Syafrul
Murdhi mengatakan peserta tahun ini
berkurang dibandingkan tahun lalu yang
mencapai 300 peserta. Tahun ini hanya
168 peserta yang telah terdaftar dan
mengembalikan formulir kepada panitia.
Safrul menambahkan berkurangnya
peserta tahun ini disebabkan adanya
aktivitas belajar mengajar di sekolah
selama ramadhan sehingga banyak
peserta yang tidak bisa mengikuti
kegiatan LBT ini. Sement a r a i tu ketua umum
IPPEMINDRA Joni Satria mengatakan
tujuan dari diadakannya training ini
adalah untuk menciptakan kader-kader
yang berbasis islami, menggali potensi
yang ada, menyiapkan mental para kader
untuk berani tampil ke depan sehingga
tercipta kader-kader yang tangguh dan
mempunyai pikiran positif untuk
menjadi pemimpin ke depan.
Panitia juga sangat mengharapkan
kepada seluruh pihak untuk turut serta
mendukung kegiatan dimaksud baik
dukungan moril, materil dan terutama
dukungan pikiran untuk kemajuan ke
depan. Kegiatan Leadership Basic
Training itu sendiri akan berlangsung
sejak tanggal 6 – 11 Agustus 2011.
Berdasarkan laporan Panitia Pelaksana
peserta yang mendaftar tidak hanya dari
kecamatan indrapuri, namun juga ada
beberapa orang peserta dari Kecamatan
Kuta Cot Glie dan Montasik.
Dalam sambutannya Marzuki Yahya
mengatakan kegiatan semacam ini sangat
penting untuk membina generasi dan
menghindarkannya dari hal-hal dan
pengaruh negatif.
Peran serta masyarakat sangat
diperlukan guna menyukseskan kegiatankegiatan
keagamaan di bulan Ramadhan,
dan diharapkan bulan ini merupakan
bulan pembelajaran bagi generasi muda
untuk menggali lebih dalam baik ilmuilmu
pengetahuan agama maupun
umum ( Adia/Abr)

Sabtu, 16 Juli 2011

Bupati Aceh Besar Resmikan SMA Unggul Ali Hasjmy

Lamuri-Blang Bintang. Sabtu, 9 Juli
2011, Bupati Aceh Besar Dr.H. Bukhari
Daud, M.Ed meresmikan sekolah
unnggul SMAN 2 Ali Hasjmy Aceh Besar
di gedung serbaguna Politeknik
Indonesia-Venezuela (Poliven) Blang
Bintang.
Dalam sambutannya bupat i
mengatakan SMA tersebut dibangun
sebagai pengganti SMA Modal Bangsa
yang telah diambil alih oleh Dinas
Pendidikan Provinsi. Turut hadir pada
acara tersebut Kadisdik Propinsi Aceh,
Ketua DPRK Aceh Besar, MPU, MPD,
Imum Mukim, Para Kepala Sekolah, Wali
Siswa, dan 40 orang siswa yang
dinyatakan lulus pada seleksi sebelumya.
SMAN 2 Unggul Ali Hasjmy terletak
di jalan B.Aceh-Medan Km.22
Kecamatan Indrapuri Aceh Besar, yang
masih dalam tahap pembangunan.
Untuk sementara kegiatan belajar -me n g a j a r d a n p emo n d o k a n
dilaksanakan di Gedung Politeknik
Indonesia-Venezuela (Poliven).
Selain persiapan gedung, pihak
sekolah juga telah mempersiapkan guru
yang akan mengajar di SMA tersebut.
Para guru diseleksi di sekolah-sekolah di
Aceh Besar lalu diberikan beasiswa ke
Malang untuk melanjutkan studi S2 nya.
“Selain sekolahnya yang uggul,
gurunyapun harus unggul, kita sudah
berikan beasiswa dan sebagian guru
t e r s ebut t e l ah meny e l e s a i k an
studinya.” sebut Bupati.
Lebih lanjut Bupati mengatakan,
“Dengan sistim boarding yang kita
terapkan, diharapkan siswa tidak hanya
unggul dalam kurikulum pendidikan
umum, tapi juga unggul dalam
pendidikan agama.”
Peran orang tua sangat dibutuhkan
dalam mendukung kelancaran proses -belajar mengajar di sekolah. Bukhari
mencontohkan sebuah sekolah
terpencil di Australia yang setiap
harinya 5 orang wali siswa hadir ke
sekolah secara bergiliran guna
membantu kegiatan di sekolah.
“Semoga saja setiap orang tua
siswa disini dapan mengambil contoh
dari sekolah di Australia tersebut,
namun sesuai dengan kebutuhan dan
kemampuan kita tentunya.” ungkap
Bupati Aceh Besar Bukhari Daud. (Adia)

Bakti Pemuda Antar Propinsi Audiensi Dengan Bupati Aceh Besar

Lamuri-Indrapuri. Kecamatan
Indrapuri Kabupaten Aceh Besar
menerima penempatan peserta Bakti
Pemuda Antar Provinsi (BPAP) dan
mengadakan pertemuan audiensi
dengan Bapak Bupati Aceh Besar dan
Sarjana Penggerak Pembangunan
Perdesaan (SP3) serta Masyarakat
Indrapuri (Jum'at, 17/06/2011) di
Kompleks Masjid Lama Indrapuri.
Para peserta BPAP yang berjumlah
32 orang tersebut ditempatkan di 4
desa di kecamatan Indrapuri, di
antaranya Desa Pasar Indrapuri,
Lamlubok, Indrapuri dan Lheu. Agenda
Kegiatan BPAP ini berlangsung selama
44 hari. Agenda utama para peserta
BPAP adalah mempelajar i dan
mengenal berbagai jenis aneka ragam
kebudayaan daerah salah satunya
sejarah Masjid Lama Indrapuri yang
merupakan aset tak ternilai dalam segi
pengembangan Islam di Indonesia
k h u s u s n y a A c e h .
Masjid tertua yang bergaya
joglo ini juga awalnya merupakan
sebuah bangunan candi dan juga
d i g u n a k a n s e b a g a i b e n t e n g
pertahanan di masa penjajahan.

Dari sini peserta di ajak mengenal
p e r j u a n g a n r a k y a t Ac e h da l am
mempertahankan Islam di bumi Serambi
Mekkah sehingga islam bisa berkembang
dengan sangat pesat di Aceh.
Di samping itu para peserta juga
diajak mengenal hasil-hasil produksi yang
ada di kecamatan indrapuri baik home
industri maupun Industri menengah
sebagai wujud promosi Industri bagi
pengembangan usaha masyarakat. Para
Peserta BPAP ini juga mengenalkan
berbagai produk-produk unggulan bagi
masyarakat agar masyarakat lebih bisa
mengembangkan berbagai hasil produksi
dan usaha untuk peningkatan ekonomi,
sebagai contoh penamaman jamur
merang di Desa Sinyeu Indrapuri.
Para peserta BPAP ini berasal dari
provinsi Bengkulu, Kalimantan Selantan
dan Sulawesi Tenggara.
Dalam sambutannya bapak Bupati
Aceh Besar Dr. Bukhari Daud, M.Ed
berharap dengan adanya Bakti Pemuda
tersebut para peserta diajak untuk
menggali potensi desa yang bisa diubah
menjadi sumber kesejahteraan bagi
masyarakat. Turut hadir pada hari
tersebut Kepala Dinas Pariwisata
Kabupaten Aceh Besar dan Kepala
Dispora Provinsi Aceh.(Abr)

seminar dan diskusi publik Tentang IMPLEMENTASI KEHIDUPAN SOSIAL

Lamuri-Jruek. Remaja Masjid Al-
Mukarramah Kemukiman Jruek mengadakan
Seminar dan Diskusi Publik Mengenai
Implementasi Kehidupan Sosial dalam
Masyarakat (Rabu, 29/06/201) di BPKB Lubuk
Ingin Jaya Aceh Besar. Hadir sebagai pemateri
utama Dr. Fauzi Saleh, MA (Dosen Fakultas
Ushuluddin IAIN Ar-Raniry Banda Aceh) dan
Safaruddin, SH (Direktur Eksekutif Yayasan
Advokasi Rakyat Aceh).
Seminar yang berlangsung selama 3 jam
tersebut mengambil tema Dengan Semangat
Implementasi Sosial Kita Memperkuat Ukhuwwah
Islamiyah Dalam Masyarakat.
Dalam Penjelasannya kedua Pemateri
mengatakan masuknya berbagai aliran dan
budaya lain yang menyimpang juga
diakibatkan oleh kurangnya kehidupan sosial
di masyarakat sehingga menimbulkan
berbagai kesenjangan. Untuk mempererat
dan menjaga ukhuwwah sesama masyarakat
kita harus memperbanyak jaringan dengan
banyak orang sehingga kita akan cepat
mendapatkan berbagai informasi dan akan
antisipasi terhadap berbagai isu yang
menyesatkan.
Masyarakat juga jangan saling mendahului
dan menjatuhkan dalam berbagai hal namun
masyarakat harus menciptakan mutualisme
yang saling menguntungkan. Masyarakat
sekarang ini juga sudah terkena dengan virus
cinta akan materi sehingga dengan banyaknya
orang yang materialistis tidak berfikir untuk
membantu orang lain di sekitarnya.
Masyarakat sekarang juga lebih banyak
mengikuti kegiatan yang bersifat materi dan
kurang bersemangat dengan kegiatan
keagamaan. Dipandang dari segi hukum
segala kesejangan social yang ada sekarang
juga merupakan tanggung jawab aparatur
daerah sampai tingkat gampong untuk
menjaga dan mengkoordinir segala bentuk
kegiatan yang ada agar tidak terjadi
ketimpangan dalam masyarakat, dan jika hal
ini terjadi maka perlu didampingi oleh tim
advokasi yang sesuai dengan bidangnya.
Hadir pada seminar tersebut Muspika
Kecamatan Indrapuri, Asisten II Sekdakab
Aceh Besar dan peserta dari OKP dan Ormas
yang ada di masyarakat kata ketua panitia,
Muhaddis. (Abr)